Skip to main content

Kepada kamu pelangi dibulan july..


               
Aku tak pernah tau ini apa, sebongkah perasaan yang hadir dengan sendirinya yang hadir tanpa permisi dan  pergi tanpa pamit . Mungkin pelangi yang hanya mampu menggambarkan ini, menggambarkan tentang perasaan yang aku fikir mulai mengusik,menghantui namun aku bahagia karnanya. Kenapa perasaan itu ku gambarkan bak pelangi? Kenapa bukan hujan? senja? malam? Atau bahkan pagi sekalipun?kenapa bukan demikian? Kau tau kenapa? karna saat itu kau hadir stelah hujan benar-benar melanda hidupku, kau datang dengan berbagai warna, warna yang tertulis pekat dilangit senja  setelah hujan mengguyur bumi.
                                3 warna yang benar-benar kutatap pekat dilangit biru, hijau! kau tau arti hijau mu? Disaat aku benar-benar merasakan kegundahan yang mungkin mengisahkan luka, kau datang dengan caramu, mendengar setiap keluh kesahku, memberi semangat dalam hidupku, kau selalu berpesan agar tak pernah menunjukan siis lemahku kepada hujan yang datang, aku fikir itu hanya dukungan seorang teman, tapi aku salah semakin lama simpati ku semakin besar terhadapmu, semakin lama hatiku semakin tersentuh oleh caramu yang selalu setia mendengarkan, menerima. Dan memberikan masukan. sekarang kau tau bukan?mengapa kau ku anggap hijau, kau pernah melihat tumbuhan bukan?hijau selalu melekat dengan tumbuhan,ku tau tidak apa arti tumbuhan? Kau tau oksigen yg kita hirup untuk hidup berasal dari tumbuhan? Dan dia menhasilkan oksigen untuk kehidupan bukan?Dan sekarang kau lh tumbuhan beroksigen itu, jika tumbuhan memberi oksigennya kau memberi semangat dalam hidupku.
                                Kuning mu, kau kuning yang terlihat jelas dalam mataku diantara kuning kuning yg ku tatap pekat. Kau seperti penerang dlam hidupku, kau hadir bak cahaya lampu yang menghampiri, bukankah dengan cahaya orang-orang tak mampu melihat, tak mampu memandang? Dan kau tau tidak? Setelah kau hadir dilangit senja kala itu, setelah hujan membasahi hidupku lalu malam menhampiri, ketika sang malam itu tampak, kau hadir memberikan cahaya kuning itu, warna yg selalu melekat dalam surya dan menerangi bumi dan  kau tau tidak? karna itu aku semakin jatuh dalam hidupmu.
                                Merahmu, aku tak sanggup mendeskripsikan ini lebih dalam, kenapa?karna warna ini yang aku takuti untuk menggambarkan mua.  bahkan aku tak sanggup menuliskan ini di pertenahan malam seperti ini . Karna aku takut, ketika aku merangkai kata demi kata air mataku tak kuasa terjatuh, dan aku tak sanggup bagaimana aku harus menghapusnya, karna yg aku tau selama ini hanya kau yg mampu menhapusnya tua. Aku takut akan merah mu, merah yang melambangkan kemarahan mu, keegoisanmu. Tuan ? air mataku benar-benar menitik ketika menuliskan ini, bagaimana tidak? Kau yang hadir setelah hujan melanda bahkan sekarang menjadi badai, mengulang kisah itu dimana aku harus terjatuh, dimana hatiku harus rapuh dan kau hadir saat itu namun sekarang kau menjatuhkanku, menitipka luka dihatiku.Tuan?jika memang begitu, kenapa dulu kau harus singgah, kenapa tuan?
                                Kau tau tidak? Jika malam ini aku hanya mampu bertanya-tanya pada diriku. Kesalahan apa yang aku perbuat hingga kau marah, hingga kau terlihat lelah bahkan kata capemu saat menyudahi text itu. Kau tau tidak? Itu benar-benar mengiris-iris perasaanku dan aku bingung menggambarkannya. Bahkan hingga fajar menghampiri kau bahkan tak menggubris text yang aku kirim. Setiap detik aku melihat led merah yang tertera pada ponselku, berharap itu engkau. Tapi apa?ternyata bukan. Dan itu semakin benar-benar menyayat tuan, benar benar menyayat perasaanku. Aku sadar apa yang aku rasakan, mungkin ini yg namanya kehilangan, kehilang sosok hijaumu, sosok kuningmu dan itu hanya hadir dibulan july karna diakhir tepat 30 july ini aku benar-benar kau buat rungsing dengan merahmu.Maaf jika aku tak mampu menjadi langit birumu dimana warna-warna indah mu benar-benar terukhir indah. Tuan, ketahuilah jika sekarang perasaan itu benar-benar ada, entahlah jika kau juga memiliki perasaan sama dengan ku ataupun tidak samasekali.

Comments

Popular posts from this blog

Essay & Analisis cerpen " The will of Allah"

Cerita pendek yang berjudul “ The will with Allah” itu bercerita tentang 2 orang yang bernama sule dan dogo dimana mereka adalah seorang perampok yang biasa merencanakan kejahatan terhadap sebuah rumah. Cerita ini berlatar tepatnya di Nigeria. Cerita ini ditulis oleh David Owoyele dimana david sendiir adalah seorang berkebangsaan Afrika dan pada tahun 70 david menulis cerita pendek ini dalam bahasa inggris, dan cerpen ini juga termasuk dalam Anglophonic ( Cerita yang berbahasa inggris dan bukan dari brtish).             Dalam cerita ini tokoh yang dilakoni oleh sule memiliki keyakinan yang kuat terhadap tuhannya, dimana ketika ia melakukan sesuatu, ia selaluu mengaitkannya dengan keyakinan. Bahkan saat ia ingin melakukan pencurian ia juga bahkan berpegang teguh terhadap keyakinannya, ia berprinsip bahwa hidup itu adalah kehendak allah dan pekerjaannya sebagai seorng perampok itu sudah dalam takdir tuhan. Dalam hidupnya ia se...

Teruntuk sahabatku, yang tersesat dalam zona nyamanmu!

Ketika wanita jatuh cinta.... Kepada sahabatnya. Apa yang terjadi ketika seseorang jatuh cinta? Katanya jatuh cinta itu indah, bahkan kotoran saja bisa berasa coklat untuk seseorang yang jatuh cinta. Namun kali ini aku benar-benar menolak berkomentar deh, bagiku kotoran adalah kotoran dan coklat adalah coklat. Namun kita tidak pernah menduga atau merencanakan kepada siapa kita jatuh cinta, sesuatu yang bernama cinta itu bisa saja muncul entah karena itu terbiasa, kenyamanan atau muncul secara tiba-tiba. Siapa yang tahu? Dan tidak ada yang bisa disalahkan. Lalu bagaimana jika jatuh cinta pada sahabat? Beberapa orang bilang bahwa jatuh cinta paling indah itu adalah jatuh cinta kepada sahabat. Terlebih jika gayung bersambut. Bagaimana tidak? Apa yang lebih indah dari pada mencintai orang yang kita tahu boroknya, paling dekat dengan kita, dan mengenal kita sama baiknya dengan kita mengenal dia. You almost no need to learn anymore . Adaptasinya engga perlu lama.   Namu...

Lantas, Kita Harus Bersyukur

            Setelah beberapa tahun yang lalu, masih sama di bulan ramadhan. Beda nya waktu itu bukan di depan umum, tapi secara pribadi seorang bapak yang datang kesekolah karena kasus anaknya yang selalu menggunakan sepatu bewarna , ternyata beliau tidak memiliki uang untuk membelikan sepatu, lalu curhatan demi curhatan pun muncul. Hari ini mungkin dalam waktu yang sama, dan lagi-lagi mungkin tuhan ingin menunjukkan seberapa besar kita harus bersyukur. Sore ini tepatnya dalam sebuah rapat pertemuan orang tua wali murid, guru yang bersangkutan dan murid kelas 6 SD. Pada saat itu, kebetulan aku diundang untuk mendampingi ibu   Nur dalam menyampaikan hasil Kelulusan Ujian Nasional.Aku duduk disebalah ibu Nur,ku lihat dari setiap sudut bola mata yang hadir di depan ku penuh cemas dan harapan. Ada harapan-harapan yang indah disana, terlebih harapan akankah buah hati mereka mampu merubah hidup yang penuh lika liku ini. Lalu sete...