Skip to main content

Posts

Rindu manalagi yang kau rindukan?

Rindu? Kata mu rindu, Namun enggan menyapa Katamu rindu, Namun enggan melampiaskan waktu Katamu rindu, Namun enggan menghampiri Lalu Rindu? Rindu mana lagi yang kau rindukan? Bandung, Mei ke 5 di 2016.

Batas

Semua perihal diciptakan sebagai batas. Membelah sesuatu dari sesuatu yang lain. Hari ini membatasi besok dan kemarin. Besok batas hari ini dan lusa. Jalan-jalan memisahkan deretan toko dan perpustakaan kota, bilik penjara dan kantor walikota, juga rumahmu dan seluruh tempat di mana pernah ada kita. Bandara dan udara memisahkan New York dan Jakarta. Resah di dadamu dan rahasia yang menanti di jantung puisi ini dipisah kata-kata. Begitu pula rindu, hamparan laut dalam antara pulang dan seorang petualang yang hilang. Seperti penjahat dan kebaikan dihalang uang dan undang-undang. Seorang ayah membelah anak dari ibunya—dan sebaliknya. Atau senyummu, dinding di antara aku dan ketidakwarasan. Persis segelas kopi tanpa gula menjauhkan mimpi dari tidur. Apa kabar hari ini? Lihat, tanda tanya itu, jurang antara kebodohan dan keinginanku memilikimu sekali lagi. Aa Mansyur

Bermain Hujan

Pada mulanya hujan itu hanya ada di dalam mimpiku, di dalam tidurku, di sepasang mataku yang terpejam. Kemudian hujan itu jatuh cinta kepada sepasang mataku yang tidak tidur. Aku selalu menemukan bebulu mataku basah bagai embun di rerumputan, di pagi dan sore hari. Kemudian hujan itu jatuh cinta juga kepada tubuhku. Hujan senang sekali menyiram-memandikan tubuhku. Tubuhku tiba-tiba saja memiliki sebuah kamar mandi dengan sebuah kolam yang selalu penuh dengan hujan. Kemudian hujan itu jatuh cinta kepada tempat tidurku, kepada kamarku, juga rumahku. Rumahku penuh hujan. Aku melihat lemari, kursi dan meja, pakaian, buku-buku, dan kenanganku berenang-renang di genangan hujan. Kemudian hujan jatuh cinta kepada halaman rumahku. Hujan menenggelamkan pohon-pohon dan bunga-bunga yang pernah ditanam di taman itu. Aku melihat tangkai dan bangkai bunga mengapung-apung di depan rumahku. Kemudian hujan itu juga jatuh cinta kepada jalan raya. Aku menyaksikan hujan itu berjalan seperti kenda...

Excited Journey In Singapore

                                                T his journey tells about my group consisting of 12 persons. the journey to singapore is not for some kind of travelling or backpacker but it is for fulfilment of our study tour program it is started from the day when we departed for on november 13 morning (05:05 am) we departed from uin campus to husein sastranegara airport using two rent cars. Yes, going in the early morning is the wisest thing   we did to avoid queuing while doing check in of which the daparture is at 07.20 am. However, it would be better if we checked in via online service.             W e arrived at singapore Changi airport at 10.11 am things we should do here are passport checking by airport officials,and find our bag...

Overview About America Berdasarkan Culture

Hello readers, udah lama ya rasanya aku ngga nulis :D tapi kali ini kayanya isi dari tulisan aku bukan bentuk deskriptif, narrative, prose atau ya sejenis karya sastra tp tentang... dari judul diatas aja readers bisa tau kan :p xixixi Sekarang kita bakal   ngomongin yang namanya America,eh kita? Aku aja kali ya yang ngomong melalui tulisan ini dan readers keasikan bacanya hehe *canda . Kalo ngomongin America beberapa temen aku berfikir tentang : 1.        Liberalisme 2.        13 Colonis ( ingat ya, bukan belanda ! mentang lg bahas koloni) 3.        Cris. Columbus 4.        Collonialism 5.        Individualism 5 pokok-pokok yg berada diatas merupakan hasil buah pemikiran aku dan teman-teman aku  waktu dosen dikelas bertanya “Wahai mahasiswa-mahasiswi ku cepat katakan apa yg ada dibenak kalian setelah mende...

Harus Bersyukur

           Mungkin benar kita harus bersyukur atas apa yg kita miliki, seberapa besar yg diberikan tuhan kepada kita, karna tuhan ngga pernah memberikan yg terburuk kepada hambanya. Siang itu, tepat setelah semua murid berpulangan, aku duduk dikantin sekolah menunggu ibuku. Tiba-tiba seorang bapak tua mengetuk pintu kantin, dan aku mempersilahkan bapak tersebut untuk duduk. Pada saat itu hanya ada aku yang berada di kantin sekolah itu, " Assalamualaikum, Ada  pak "H" ? dimana "H" yg tak lain adalah kepala yayasan ini. " Waalaikumsalam" Pak "H" lagi tidur pak, "Oh.. istirahat ya? yasudah saya duduk dulu ya nungguin bapak nya bangun, "iya pak, duduk dlu aja, bentar lagi pak "H" juga bangun sahutku. Tapi kalo bapak mau cepat  ketemu ibu yayasan aja pak, ibu yayasannya juga ada tapi ibunya lagi ada tamu, dan tiba-tiba ibu yayasannyapun datang.           Sembari mengambil posisi duduk, ibu yayasannya datang dan nanya ...

Love looks on tempest and is never shaken

Love storm through hearts, it’s strong force and endless power touching the core of every single one of us. Shakespear says’s love look on tempest and is never shaken, however, i do not believe that to be true. When love looks at the strongest of mountains it shakes. Fear too visits love, but what shakespear does not mention is there are always two halves of love. For love to happen, two halves will always be there , to support, to the shaking , to ward off fear. Love is blind, i agree with that. But not blind how people think, love sees the bad and turns it to good, love can alter appearance, chnage personality and fuel lives. Sorry is a bit random but my brain is a bit weirrd! Vote if you liked it and comment if you want too